photo FANSPAGE BANNER PROMO X FB_zpsgwsewbka.jpg

 photo banner03_zpsmkjtwxaj.jpg

 photo 14923984_122226608253452_635316561_o 1_zpsxnefhcn1.jpg

 photo CLOSING PROMO BANNER_zpsxjvbo1oo.jpg

Rabu, 09 November 2016

Bayern Munich Takkan Kembalikan Coman ke Juventus




Rabu, 09-11-2016 | 10.30 WIB

   MUNICH – Pelatih Bayern Munich, Carlo Ancelotti, menegaskan dirinya tidak akan mengembalikan Kingsley Coman ke Juventus pada akhir musim 2015-2016. Kualitas berbakat sang winger masih dibutuhkan Die Roten.

   Coman merapat ke Bayern pada Agustus 2015 sebagai pemain pinjaman selama dua musim dengan nilai 7 juta euro. Raksasa Bundesliga ini memiliki opsi untuk memermanenkan dia pada akhir musim ini dengan 21 juta euro.

   Di musim pertamanya bersama Bayern, Coman langsung tampil apik dengan sumbangan enam gol serta 11 assist dari 35 pertandingan. Meski kini belum memunculkan sinar, Ancelotti tetap percaya terhadap pemain asal Prancis ini.

   “Kingley akan bertahan di Bayern. Kami percaya kepada dia,” kata Ancelotti, seperti dilansir Tuttosport, Rabu (9/11/2016).

   “Sama sekali tidak ada alasan buat dia kembali ke Juventus,” sambungnya.

Sumber : Okezone.com

Jumat, 04 November 2016

Prediksi Arsenal vs Tottenham Hotspur 6 November 2016


                                                Preview Arsenal vs Tottenham Hotspur


04-11-2016 | 16:05 WIB

London Utara akan memanas akhir pekan ini. Dua rival sekota, Arsenal dan Tottenham Hotspur akan saling jegal di Emirates Stadium, Minggu (6/11) malam akhir pekan ini.

Arsenal dan Tottenham sama-sama tengah bersaing di papan atas Premier League musim ini. Pertemuan kedua tim kali ini jelas akan memanas mengingat posisi kedua tim di klasemen sementara sangat dekat. The Gunners di posisi kedua dengan 23 poin, sementara Spurs di posisi kelima dengan tiga poin lebih sedikit.

The Gunners jelas tak ingin malu di depan pendukung mereka sendiri. Pasukan Arsene Wenger memiliki tekad untuk melanjutkan tren positif mereka di awal musim ini, di mana mereka tak pernah lagi merasakan kekalahan sejak kalah di pertandingan pertama Premier League musim ini dari Liverpool.

Namun mengalahkan Tottenham bukanlah tugas yang mudah. Dalam empat pertemuan terakhir kedua tim di Premier League, Arsenal tak pernah meraih kemenangan. Tiga hasil imbang dan satu kekalahan membuktikan bagaimana sulitnya Spurs untuk dikalahkan oleh Mesut Ozil dkk.

Pelatih Arsenal memiliki kabar gembira menyongsong pertandingan ini. The Gunners kembali bisa diperkuat oleh Olivier Giroud yang dalam dua pertandingan terakhir sejak pulih dari cedera mencetak tiga gol. Begitu juga dengan Aaron Ramsey yang juga sudah kembali bermain, begitu juga dengan Granit Xhaka yang sudah bisa dimainkan setelah menjalani hukuman larangan bermain.

The Gunners sendiri hingga kini masih terus memantau kondisi Nacho Monreal dan Bellerin. Kedua pemain tersebut tak bermain dalam pertandingan terakhir The Gunners saat melawan Ludogorets tengah pekan ini, namun kedua pemain dikabarkan sudah kembali berlatih dan memiliki peluang untuk bermain pada pertandingan tersebut.

Bagaimana dengan tim tahu Tottenham Hotspur? Sama seperti Arsenal, tim asuhan Mauricio Pochettino tersebut juga memiliki awal yang bagus musim ini. Spurs menjadi satu-satunya tim Premier League yang musim ini belum merasakan kekalahan, namun dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi Spurs belum pernah merasakan kemenangan.

Sejak menang 2-0 atas Manchester City, Tottenham belum lagi meraih poin penuh di Premier League dengan tiga kali bermain imbang melawan West Brom, Bournemouth dan terakhir bermain 1-1 melawan Leicester City pekan lalu. Sementara di EFL Cup (Piala Liga) mereka kalah 1-2 dari Liverpool dan tengah pekan ini kalah 0-1  dari Bayer Leverkusen di Liga Champions.

Jadi kemenangan tentu akan ditargetkan oleh Spurs saat melawan Arsenal. Kemenangan akan menjadi dorongan motivasi dan bisa menjadi titik balik yang sempurna bagi Eric Dier dkk.

Namun Tottenham tak bisa diperkuat oleh tim terbaiknya pada pertandingan ini. Mereka tak bisa memainkan bek tangguh Toby Alderweireld dan Mousa Dembele yang harus absen karena cedera, sedangkan kondisi Erik Lamela juga masih terus dipantau. Sementara Moussa Sissoko juga harus absen karena menjalani hukuman dari FA.

Satu kabar gembira bisa datang menjelang pada pertandingan ini dengan kabar kembali pulihnya Harry Kane. Penyerang tajam Spurs disebut telah pulih dan siap bermain pada pertandingan ini. Namun pelatih Pochettino mengatakan bahwa Kane memang sudah pulih dan siap untuk bermain, namun dirinya mengakui sulit melihat Kane bermain sejak menit awal.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
Arsenal: Cech, Bellerin, Mustafi, Koscielny, Gibbs, Coquelin, Elneny, Ramsey, Ozil, Sanchez, Giroud.

Tottenham: Lloris, Rose, Jan Vertonghen, Walker, Dele Alli,Eric Der, Eriksen, Son Heung-Min, Wanyama, Janssen.

STATISTIK KEDUA TIM
Head to head Arsenal vs Tottenham Hotspur :

    05/03/2016  Tottenham Hotspur  2 – 2  Arsenal
    08/11/2015  Arsenal  1 – 1  Tottenham Hotspur
    24/09/2015  Tottenham Hotspur  1 – 2  Arsenal
    07/02/2015  Tottenham Hotspur  2 – 1  Arsenal
    27/09/2014  Arsenal  1 – 1  Tottenham Hotspur

5 Pertandingan terakhir Arsenal :

    02/11/2016 Ludogorets  2 – 3  Arsenal
    29/10/2016  Sunderland  1 – 4  Arsenal
    26/10/2016  Arsenal  2 – 0  Reading
    22/10/2016  Arsenal  0 – 0  Middlesbrough
    20/10/2016  Arsenal  6 – 0  Ludogorets

5 Pertandingan terakhir Tottenham Hotspur :

    03/11/2016  Tottenham Hotspur 0 – 1  Bayer Leverkusen
    29/10/2016  Tottenham Hotspur  1 – 1  Leicester City
    26/10/2016  Liverpool  2 – 1  Tottenham Hotspur
    22/10/2016  AFC Bournemouth  0 – 0  Tottenham Hotspur
    19/10/2016  Bayer Leverkusen  0 – 0  Tottenham Hotspur


PREDIKSI
Dalam lima pertemuan kedua tim akhir-akhir ini, baik Spurs maupun Arsenal sama-sama saling mengalahkan. Sangat sulit untuk memprediksi bagaimana pertandingan ini akan berakir, namun dipastikan pertandingan ini akan berjalan ketat dan panas. Redaksi Bola.net memprediksi pertandingan ini akan dimenangkan Arsenal dengan skor 2-1.


Sumber : Bola.net

Kamis, 03 November 2016

Jagonya Gadis 17 Tahun Main Juggling Memukau Para Pria


Usianya masih muda, tujuh belas tahun. Tapi bakatnya luar biasa. Dialah Liv Cooke, gadis remaja yang jago memainkan bola gaya bebas


Rabu, 3 November 2016 | 15:11 WIB


 Usianya masih muda, tujuh belas tahun. Tapi bakatnya luar biasa. Dialah Liv Cooke, gadis remaja yang jago memainkan bola gaya bebas alias freestyle.

Kegilaannya pada bola dimulainya sejak dia masih bayi. "Aku sudah gila dengan sepak bola sejak sudah bisa jalan. Terima kasih pada kedua kakak lelakiku . Aku selalu diberi bola baru setiap hari Natal saat masih kecil,"ujar gadis asal Leyland, Inggris.

Saat usianya masih sepuluh tahun, dia sudah bermain bersama klub di Preston North End sebagai pemain sayap selama empat tahun hingga bergabung dengan tim Blackburn.

Namun Akhir Desember 2014 dia berhenti bermain bersama klub dan lebih tertarik mengembangkan gaya bebas.

"Aku mulai tertarik dengan trik-trik baru dan menemukan kegembiraan baru daripada sekadar berkompetisi main bola. Gaya ini tanpa aturan dan kita bisa bermain sesuka hati. Aku bahkan sudah punya merek sendiri dan ingin menjadi nomor tiga di dunia."

Faktanya, Liv memang menjadi perempuan pertama di Inggris yang jago memainkan bola kaki ala gaya bebas.

Ini semua tak lepas dari peran kakak-kakanya, Jack (21), dam (19) yang menemaninya bermain dan berlatih setiap malam. "Kami memang benar-benar keluarga yang sangat sporty meski saya tak ingin menyebut diri saya tomboy,"ujar Liv.

Liv mengaku dirinya tak punya hobi lain selain bermain freestyle. "Freestyle adalah hidup saya,"ujarnya. Liv juga pernah memamerkan permainannya selama jeda waktu istirahat di pertandingan-pertandingan antara Manchester City, Blackburn dan Everton.

Dia sekarang tumbuh bersama komunitas freestyle di Inggris. "Ada satu komunitas besar yang bermain bersama. Kami pernah pergi ke Manchester untuk berlatih di jalanan dan banyak orang di London, Glasgow serta tempat-tempat lain. orang-orang mengerumuni dan menonton kami,"ujarnya.

Liv mengaku serius dengan jalur hidup ini. Bahkan dia sudah merancang baju serta merek yang selalu dipakainya untuk setiap kompetisi dan pengambilan video.

Saking seriusnya, tahun 2016 Liv mendirikan agensi yang dikenal dengan sebutan Girl Power. Girl Power berperan sebagai agen bagi para pemain freestyle perempuan sehingga mereka bisa berkembang dan hidup dari keahliannya ini.

Demi kuatnya stamina, Liv disiplin mengonsumsi makanan berprotein dan karbohidrat. Baginya, keahlian ini membutuhkan upaya keras dan melelahkan.

Setiap malam, Liv harus berlatih sekurangnya delapan jam. Di mana saja. Entah itu di jalanan, studio atau di gym lokal. "Saya selalu merekam latihan sehingga saya bisa melihat kemajuan yang saya alami setiap saat,"ujarnya.

Sumber : Liputan6.com

Rabu, 02 November 2016

Klose Putuskan Pensiun dari Sepak Bola

                                          Tiga dari kiri Striker Jerman, Miroslav Klose.



Selasa, 2 November 2016 | 16:09 WIB

BERLIN - Mantan penyerang tim nasional Jerman, Miroslav Klose (38), resmi mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola.

Sosok yang pernah memperkuat FC Kaiserslautern, Bayern Muenchen, dan Lazio tersebut akan mengambil lisensi kepelatihan untuk bergabung menjadi staf pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew.

Seperti dilansir situs Deutsche Welle, Klose memutuskan tidak akan mencari klub baru setelah kontraknya dengan Lazio habis pada akhir musim 2015-2016.

Putusan itu diambil karena dia ingin fokus mengikuti kursus untuk mendapat lisensi kepelatihan.

Rencananya, sosok kelahiran Opole, Polandia, 9 Juni 1978 tersebut akan 'magang' di tim pelatih Jerman dan berfokus ke skuad junior Der Panzer.

"Saya merasakan banyak kesuksesan sebagai pemain bersama tim nasional Jerman. Banyak kenangan manis yang tidak terlupakan dan karena itu saya bahagia bisa kembali ke tim nasional," tutur Klose. 


                                                        Striker Jerman, Miroslav Klose


Klose mengawali karier profesionalnya di FC 08 Homburg, tetapi bersama FC Kaiserslautern-lah kiprahnya mulai menarik perhatian.

Bersama Die Rote Teufel (Setan Merah), julukan Lautern, Klose tampil 120 kalo dan mencetak 44 gol.

Setelah itu, pemain bertinggi 184 cm tersebut memperkuat Werder Bremen dari 2004 hingga 2007 dan mempersembahkan gelar DFB Pokal pada 2006.

Klose lalu pindah ke FC Bayern pada 2007 hingga 2011 dan memenangi dua gelar Bundesliga serta menjadi finalis Liga Champions musim 2009-2010.

Lazio menjadi klub terakhir Klose. Selama lima musim di klub ibu kota Italia tersebut, Klose mencetak 55 gol dari 139 penampilan.

Di tim nasional Jerman, Klose menjadi andalan di lini depan sejak 2001. Debutnya di Piala Dunia 2002 Korea-Jepang menarik perhatian stelah mencetak hat-trick ke gawang Arab Saudi saat Jerman menang 8-0.

Total, selama turnamen perdananya itu, Klose mencetak lima gol yang semuanya lahir lewat sundulan.

Kiprah Klose tidak surut meski usianya bertambah. Dia tetap rajin mencetak gol, meski posisinya sebagai starter di Jerman mulai tergeser pemain lain yang lebih muda.

Puncaknya, dia menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia setelah menjebol gawang Brasil di semifinal Piala Dunia 2014.

Pemain yang terkenal dengan selebrasi saltonya itu mengoleksi 16 gol di Piala Dunia dan 71 gol dari keseluruhan penampilannya mengenakan seragam Jerman.

Klose juga menjadi pemain kedua dengan caps terbanyak juara dunia empat kali tersebut, yaitu dengan 137 caps.

Dia hanya kalah dari eks kapten Jerman, Lothar Matthaeus (150 caps).

Pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew, menyambut hangat kedatangan Klose. "Klose punya visi dan pengalaman yang memungkinkan dia menjadi pelatih di masa depan. Saya dan DFB dengan senang hati akan membantunya," kata Loew. (Lariza Oky Adisty) 


Sumber : Kompas

Pantau Kekuatan Lawan, Riedl Kirim Mata-mata


Pantau Kekuatan Lawan, Riedl Kirim Mata-mata



Rabu 02 Nov 2016, 15:08 WIB

Jakarta - Sambil melakukan persiapan, pelatih Alfred Riedl juga turut memantau perkembangan lawan-lawannya di Piala AFF 2016. Riedl akan mengirimkan beberapa orang yang ditugasi sebagai 'mata-mata' untuk melihat penampilan lawannya saat ini

"Pasti ada (pemantauan lawan). Kami akan kirimkan saat Thailand melawan Australia. Selain itu juga Filipina atau tim-tim lain yang akan kami lihat," ujar Riedl saat ditemui, Selasa (1/11) malam.

Berdasarkan jadwal ujicoba, Thailand memang direncanakan akan melawan Australia pada 15 November. Pun demikian dengan Filipina yang akan menjajal Kyrgiztan di Manilla pada 9 November. Sementara untuk laga Singapura kemungkinan akan sulit karena tampil di Syria pada 9 November. 

"Kalau saat ini belum ada. Ke depan kami harus lakukan untuk melihat bagaimana perkembangan lawan," tambah asisten pelatih Wolfgang Pikal.

Timnas Indonesia akan melakukan dua laga ujicoba melawan Myanmar pada 4 November di Yangon dan Vietnam pada 9 November di Hanoi. Dua laga tersebut bakal dimanfaatkan oleh Riedl untuk melihat perkembangan penampilan timnya sekaligus mematangkan taktik dan strateginya.

"Kami ingin melihat dan mencoba pemain. Tapi sejauh ini selama pemusatan latihan di Karawaci, sudah bagus," kata Riedl lagi.

sumber : detikcom